Senin, 26 Juli 2021

Suka Duka Belajar Online

 

Suka Duka Saya ketika Belajar Daring

Marvel Javier Al Ghazali

 

     Halo nama saya Marvel dari kelas 8F, pada tulisan ini saya akan menceritakan suka duka saya selama belajar
daring.

 

     Pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020, Corona mulai masuk ke Indonesia dan menyebar dengan sangat cepat yang menyebabkan Indonesia melakukan pembatasan sosial. Akibatnya, sekolah pun harus secara daring termasuk di labschool.

 

     Pada saat program MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dimulai secara daring, saya merasa sangat bosan duduk dan memperhatikan layar komputer yang membuat mata dan punggung saya sakit. Saya merasa sedikit berbeda karena tidak bisa melihat sekolah secara langsung terutama jalan untuk menuju ruangan ruangan yang ada di sekolah. Beberapa kali saya mendapatkan kendala seperti saat memperhatikan tiba tiba suaranya terputus atau jaringan bermasalah ketika ada tayangan video.

 

     Di pagi hari, kadang  saya tiba-tiba merasa malas, untung saya tidak harus bangun lebih awal saat pembelajaran online ini karena tidak perlu butuh waktu untuk perjalanan ke sekolah, hanya kasur, kamar mandi, meja makan, lalu meja belajar.

Pada saat pembelajaran online saya masih mendapat masalah pada saat guru menjelaskan, saya merasa bahwa materi yang diberikan lebih sulit diingat dan dipahami daripada saat pembelajaran offline. Selain itu, saya merasa pada saat pembelajaran online ini tugasnya lebih banyak daripada saat pembelajaran tatap muka.

Pernah pada suatu hari ayah saya ada keperluan kerja di luar kota jadi saya terpaksa ikut dan menginap di hotel. Meski sedang keluar kota, karena PJJ saya tidak perlu izin sekolah.  Tapi, saat itu saya lupa membawa karya saya untuk pelajaran seni budaya, untungnya saya memiliki foto karya saya.

Namun, pernah satu kali saat UAS, komputer saya mendadak terputus dari wifi dan tidak bisa dikonek lagi ke wifi ataupun tethering dari HP. Padahal saya tinggal submit UAS dan waktu habis. Panik sekali. Akhirnya dibantu dari sekolah oleh tim IT yang menyarankan untuk me-restart laptop.

     Saat jam istirahat, biasanya saya minum air putih dan merilekskan mata saya karena jika tidak, saya akan merasa punggung saya sakit dan kepala saya pusing dan berat.

Hal lain yang kurang menyenangkan adalah sayangnya saya tidak mendapatkan uang jajan selama pembelajaran jarak jauh.

     Yang saya sukai dari pembelajaran jarak jauh ini ya hanya saya diperbolehkan bermain game setelah pulang sekolah, normalnya saya hanya boleh bermain saat weekend.

Saya senang tidak perlu menggunting rambut sering-sering karena saya merasa tidak terlalu nyaman jika menggunting rambut. Selama pandemi saya baru 1x ke barber shop dan beberapa kali rambut saya dipotong oleh ayah saya. Kalau sekolah, rambut saya sisir ke belakang, kadang-kadang pakai gel rambut.

Saya juga senang tidak perlu pergi ke kantin saat istirahat untuk membeli makanan karena sudah tersedia di lemari makanan dan kulkas. Biasanya saya nyemil kripik, gorengan, dan biskuit, untuk minumannya saya minum air putih dan susu kotak. Kadang-kadang minum jus buah.

Selama pembelajaran daring, beberapa guru membuat video di youtube, menurut saya sangat membantu bisa mendengar penjelasan guru kapan pun dan bisa diulang. Ketika pelajaran offline, biasanya guru saya hanya beri link youtube orang lain. Saya juga suka kalau belajar daring, guru memberi latihan melalui quizizz atau aplikasi lain yang seru.

  Begitulah suka duka saya selama pembelajaran daring.

  Sacred Monkey Forest Sanctuary: A Journey into Ubud’s Natural and Cultural Heart Nestled in the vibrant town of Ubud, Bali, the Sacred Mo...