Suka Duka Saya ketika Belajar Daring
Marvel Javier Al Ghazali
Halo nama saya Marvel dari kelas 8F, pada
tulisan ini saya akan menceritakan suka duka saya selama belajar
daring.
Pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020, Corona
mulai masuk ke Indonesia dan menyebar dengan sangat cepat yang menyebabkan
Indonesia melakukan pembatasan sosial. Akibatnya, sekolah pun harus secara
daring termasuk di labschool.
Pada saat program MPLS (Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah) dimulai secara daring, saya merasa sangat bosan duduk dan
memperhatikan layar komputer yang membuat mata dan punggung saya sakit. Saya
merasa sedikit berbeda karena tidak bisa melihat sekolah secara langsung
terutama jalan untuk menuju ruangan ruangan yang ada di sekolah. Beberapa kali
saya mendapatkan kendala seperti saat memperhatikan tiba tiba suaranya terputus
atau jaringan bermasalah ketika ada tayangan video.
Di pagi hari, kadang saya tiba-tiba merasa malas, untung saya
tidak harus bangun lebih awal saat pembelajaran online ini karena tidak perlu
butuh waktu untuk perjalanan ke sekolah, hanya kasur, kamar mandi, meja makan,
lalu meja belajar.
Pada saat pembelajaran online saya masih mendapat masalah
pada saat guru menjelaskan, saya merasa bahwa materi yang diberikan lebih sulit
diingat dan dipahami daripada saat pembelajaran offline. Selain itu, saya
merasa pada saat pembelajaran online ini tugasnya lebih banyak daripada saat
pembelajaran tatap muka.
Pernah pada suatu hari ayah saya ada keperluan kerja di luar
kota jadi saya terpaksa ikut dan menginap di hotel. Meski sedang keluar kota,
karena PJJ saya tidak perlu izin sekolah. Tapi, saat itu saya lupa membawa karya saya
untuk pelajaran seni budaya, untungnya saya memiliki foto karya saya.
Namun, pernah satu kali saat UAS, komputer saya mendadak
terputus dari wifi dan tidak bisa dikonek lagi ke wifi ataupun tethering dari
HP. Padahal saya tinggal submit UAS dan waktu habis. Panik sekali. Akhirnya
dibantu dari sekolah oleh tim IT yang menyarankan untuk me-restart laptop.
Saat jam istirahat, biasanya saya minum
air putih dan merilekskan mata saya karena jika tidak, saya akan merasa
punggung saya sakit dan kepala saya pusing dan berat.
Hal lain yang kurang menyenangkan adalah sayangnya saya tidak
mendapatkan uang jajan selama pembelajaran jarak jauh.
Yang saya sukai dari pembelajaran jarak
jauh ini ya hanya saya diperbolehkan bermain game setelah pulang sekolah,
normalnya saya hanya boleh bermain saat weekend.
Saya senang tidak perlu menggunting rambut sering-sering karena
saya merasa tidak terlalu nyaman jika menggunting rambut. Selama pandemi saya
baru 1x ke barber shop dan beberapa
kali rambut saya dipotong oleh ayah saya. Kalau sekolah, rambut saya sisir ke
belakang, kadang-kadang pakai gel rambut.
Saya juga senang tidak perlu pergi ke kantin saat istirahat untuk
membeli makanan karena sudah tersedia di lemari makanan dan kulkas. Biasanya
saya nyemil kripik, gorengan, dan biskuit, untuk minumannya saya minum
air putih dan susu kotak. Kadang-kadang minum jus buah.
Selama pembelajaran daring, beberapa guru membuat video di
youtube, menurut saya sangat membantu bisa mendengar penjelasan guru kapan pun
dan bisa diulang. Ketika pelajaran offline, biasanya guru saya hanya beri link
youtube orang lain. Saya juga suka kalau belajar daring, guru memberi latihan
melalui quizizz atau aplikasi lain yang seru.
Begitulah suka duka
saya selama pembelajaran daring.
